Kalingga juga disebut sebagai pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa

Di sekeliling negara ini terdapat 28 negara kecil yang mengakui kekuasaannya di Jawa. Selain itu, Kerajaan Kalingga juga telah menjalin kerja sama dengan Kekaisaran China sejak abad 5 M.

Tak hanya sektor perdagangan, kehidupan perekonomian Kalingga ditopang pula dengan majunya aspek-aspek lainnya, termasuk pertanian. Dalam hal ini, Ratu Shima memakai sistem pengairan subak, yang juga diterapkan oleh masyarakat petani Hindu di Bali.

Dikutip dari Seni, jurnal terbitan Institut Seni Indonesia (Volume 5, 1996:367), penduduk Kalingga pada era Ratu Shima juga dikenal terampil dalam hal kerajinan tangan, seperti membangun rumah, membuat kapal atau perahu, berbagai perabotan rumah tangga, dan pekerjaan di bidang pertukangan lainnya.

Kalingga juga disebut sebagai pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa pada masanya. Hal ini tidak lepas dari para pedagang dari Arab yang memang sudah singgah di https://www.pondokminangjaya.com/slot-gacor/ kerajaan tersebut. Walau begitu menurut Hamka, Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Kerajaan Kalingga di tanah Jawa, dan Kerajaan Hindu di tempat lain, masih dalam keadaan sangat kuat kuasanya.

« Sebab itu maka pengembara-pengembara (Arab) yang pertama itu belumlah dapat dengan leluasa menyampaikan dakwahnya kepada penduduk, » bebernya.

Tapi menurut Hamka, catatan inilah yang mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya Agama Islam ke tanah air. Pada beberapa catatan sebelumnya, disebutkan masuknya Islam dimulai pada abad-abad 11 Masehi, maka sekarang telah dinaikkan 4 abad lagi ke atas, yaitu abad 7 Masehi.

« Dan pengembaranya bukanlah orang yang membawa senjata, melainkan orang yang berniaga dan berdagang. Mereka datang ke tanah air kita dengan sukarela, » ucapnya.

Ratu Shima memerintah Kerajaan Kalingga selama 21 tahun. Semasa periode itu, Kalingga menjadi satu-satunya kerajaan besar di Jawa bagian tengah, sekaligus penguasa pesisir pantai utara. Ratu Shima mengayomi pemeluk agama lain, termasuk Buddha, dan orang-orang Islam dari Timur Tengah yang datang untuk berdagang.

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont indiqués avec *